Iseng Koleksi Ikan Cupang, Pemuda Ini Kini Raup Omzet Puluhan Juta Per Bulan

Berawal dari iseng mengoleksi ikan cupang seorang pemuda asal Madiun, Jawa Timur kini telah meraup omzet puluhan juta rupuah. Semula Arnovian Pratikna (24) mengoleksi ikan cupang hanya untuk mengisi waktu luang selama pandemi Covid-19.


Tak terpikir Arnov bila keisengannya itu kini bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tak tanggung-tanggung omset per bulan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp40 juta.


Arnov bercerita awalnya dirinya hanya memiliki beberapa ikan cupang saja. Kemudian kekasihnya memiliki ikan cupang yang lebih bagus darinya.


"Saya akhirnya membeli ikan cupang yang bagus dari luar kota," kata Arnov seperti umma kutip dari Kompas.com, Jumat (25/9/2020).


Sejak saat itu, pemuda lulusan D3 Komunikasi UNS itu tak berhenti mengoleksi hingga memiliki 100 ikan cupang di rumahnya. Tak sampai di situ, ia pun belajar tentang pemijahan ikan, perawatan, hingga pengembangbiakan dari teman yang sehobi dengan dirinya. 


Warga Jalan Maskumambang 10B, Kelurahan Sogaten, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Jatim ini akhirnya membeli beberapa ikan lagi dari luar daerah.


Awalnya ia sempat mendatangkan banyak ikan dari Kediri. Namun, ikan ternyata tidak sesuai harapan sehingga ia merugi hingga Rp 3 juta saat itu. Arnov tak patah semangat, dia kembali mendatangkan 30 pasang ikan cupang jenis giant. 


Dari pengembangan puluhan ikan itu, Arnov kini memiliki ribuan ekor ikan cupang jenis giant. Dia juga memiliki ratusan koleksi ikan cupang jenis plakat dan halfmoon yang siap dijual. 


Mengetahui Arnov memiliki banyak koleksi iklan cupang, teman-temanya mulai berdatangan ingin membeli ikan miliknya. Sejak saat itu, Arnov perlahan-lahan mengembangbiakkan ikan cupang di lahan rumahnya. 


Untuk pengembangan dan penjualan Arnov tak sendiri. Ia dibantu lima temannya yang memiliki hobi sama. Masing-masing temannya memiliki peran tersendiri dalam pengembangbiakan dan bisnisnya.




“Ada yang membantu mengawasi ikan dan ada yang membantu memasarkan di media sosial,” ujar Arnov. 


Arnov memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya, mulai dari depan samping, hingga belakang. Bahkan rumah sang kakek juga tak luput dimanfaatkan oleh Arnov. Ember-ember berjajar rapi di semua halaman rumahnya. 


Menurutnya Cupang giant paling banyak diminati selama pandemi berlangsung. Hal itu terbukti dari banyaknya warga yang memburu koleksi cupang jenis ini. 


Arnov sendiri lebih tertarik ikan cupang jenis giant karena panjangnya bisa mencapai sembilan sentimeter dalam waktu lima bulan. 


Memasuki masa pandemi, banyak warga yang membeli ikan cupangnya via online. Selain menjual secara langsung, Arnov menawarkan ikan cupang koleksinya via media sosial di Facebook dan Instagram dengan nama akun sehidupsecupang.


Ikan cupang miliknya sudah dikirimkan ke sejumlah wilayah, di antaranya Solo, Manado, Ciamis, Sumedang, Lampung, Bali, hingga Aceh. 


Satu bayi ikan cupang jenis giant dijual Rp25 ribu hingga Rp150 ribu untuk pembelian banyak. Sementara satu ekor ikan cupang yang bagus bentuknya dijual mulai Rp250 ribu hingga Rp7,5 juta.


Jika menang lomba maka harga seekor cupang bisa mencapai belasan juta rupiah. Ia mencontohkan seeokor ikan cupang menang kontes juara dua sudah ditawar orang sekitar Rp 7,5 juta. 


Selama pandemi, omzet penjualan dalam satu bulan bisa mencapai Rp40 juta. Perhitungannya, setiap hari mendapatkan omzet penjualan ikan cupang dari Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta. 


“Satu bulan penghasilan kotor mencapai Rp 40 juta,” katanya.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel