Surat Nikah dan Cerai Milik Bung Karno Dijual, Harganya Capai Rp25 Miliar


Sebuah postingan surat bersejarah viral di media sosial. Bagaimana tidak surat itu merupakan surat nikah dan surat cerai Presiden Pertama RI Soekarno dengan istri keduanya, Inggit Garnasih.


Dua gambar surat itu diunggah oleh akun Instagram @Popstorindo yang dikelola oleh Yulius‎ Iskandar. Tak sekedar diunggah, kedua surat itu ternyata dijual.


Dalam keterangan unggahannya, pemilik Instagram tersebut menjelaskan jika cucu Inggit Garnasih menawarkan surat nikah dan surat cerai asli Presiden Pertama RI Soekarno.


Sang pemilik surat cerai itu adalah cucu dari Inggit Garnasih.


HARI INI MENDAPAT KEJUTAN YANG MEMBUAT SHOCK!!


Seorang Bapak di Bandung menawarkan Surat Nikah & Surat Cerai Asli Presiden pertama RI: Ir. Soekarno & Ibu Inggit Garnasih.


Beliau ternyata cucunya Ibu Inggit.


Saya kaget pas baca Dokumen Sangat Bersejarah ini, baru tau juga ternyata yang jadi saksi cerainya Bung Karno & Bu Inggit adalah Bung Hatta, Ki Hadjar Dewantara & KH. Mas Mansoer.


Bisa dicek di wikipedia, Soekarno menikah dengan Ibu Inggit Garnasih pada 24 Maret 1923 (Soerat Katerangan Kawin no. 1138, berbahasa Sunda), persis sama kan?"


Yang minat serius PM saya aja langsung & cek barang ke rumahnya


Pemilik akun Instagram itu membenarkan postingan terkait surat nikah dan perceraian Soekarno bersama Inggit Garnasih. Harga jual dua barang bersejarah itu cukup fantastis, yakni mencapai Rp25 miliar.


"Dijual Rp 25 Miliar oleh cucunya Bu Inggit langsung," kata admin @popstoreindo seperti umma kutip dari Tribunnews, Jumat (25/9/2020).


Dokumen itu terdiri dari dua jenis. Pertama surat keterangan pernikahan. Kedua, surat perjanjian yang isinya menerangkan perceraian Ir Soekarno dengan Inggit Garnasih.


Dalam surat perceraian, dituliskan bahwa Soekarno tinggal di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta dan Inggit di Lengkong Besar Bandung.


Soekarno sebagai pihak pertama dan Inggit sebagai kedua. Keduanya sudah mufakat dan menerima satu sama lain.


1. Fihak pertama akan membelikan seboeah roemah dengan pekarangannja serta isinja di Kota Bandung oentoek Fihak kedoa, menoeroet petoendjoek dan pertimbangan toean-toean Drs Mohammad Hatta,Ki Hadjar Dewantoro dan KH Mas Mansoer


Sebeloem dapat izin membeli roemah oleh pemerintah balatentara Dai nIppon, berhoeboeng dengan Oendang-oendang Nomor 2 Pasal 10,fihak pertama menjewakan roemah tjoekoep dengan isinja bagi fihak kedoea, djoega menoeroet petoendjoek dan pertimbangan toean-toean Drs Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantoro dan KH Mas Mansoer,"


2. Fihak pertama mengakoe berhoetang kepada fihak kedoea djoemlahnya F6230 dan akan membajarnya:

a. Konen F 2000

b. Sisanya F 4280 diangsoer membajarnya f50 seboelan selama 10 tahoen.


3. Fihak pertama memberi nafkah kepada fihak kedoea seoemoer hidoep F75 per bulan.


4. Barang-barang milik Fihak pertama dan kedua jang ditinggalkan di Bengkoeloe, dibagi seperti ini. Segala boekoe-boekoe dibagikan kepada fihak pertama jang selebihnja kepada fihak kedua.


Demikianlah soerat perdjandjian ini diboeat di Djakarta, pada Djoemat tanggal 29 Boelan I tahun 2603.


Surat itu ditandatangani oleh Ir Soekarno dan Inggit Garnasih dan disaksikan Drs Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansoer.


Ketiganya turut menandatangani surat tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel