Tega! Beri Anak Jalanan Uang Asal Mau Makan Cabai, Korban Sampai Menangis

Sesungguhnya dalam rezeki yang Allah berikan pada manusia terdapat titipan rezeki milik orang lain. Kita harus menyalurkannya melalui zakat, infak atau sedekah. Saat memberikan uang untuk mereka, tak perlu ada pamrih.


Namun apa yang dilakukan orang ini sungguh tak patut dicontoh. Alih-alih memberi uang pada anak jalanan, ia menyiksanya terlebih dahulu dengan memberi syarat makan cabai sebelum diberi uang. 


Anak jalanan yang hidup terlunta-lunta untuk menyambung hidup pun rela melakukannya demi bisa mendapatkan uang.


Hal ini terlihat lewat unggahan video viral di Facebook. Dikutip dari World of Buzz (23/9/2020), pria bernama Hassan Mohamed Hussein menunjukkan seorang anak perempuan didekati oknum pria yang mengiming-iminginya uang.


Pria itu lantas memberi syarat agar ia makan satu buah cabai dulu. Akhirnya anak jalanan itu semangat melahap cabai rawit. Awalnya ia senang-senang saja dan bahkan terlihat tersenyum sambil menggigit cabai.


Tapi di tengah-tengah, barulah ia merasa pedas. Saking pedasnya, ia tak bisa menahan tangis. Terlihat oknum yang merekam video itu malah tertawa melihat anak jalanan menderita karena kepedasan. Sementara sang anak coba mengelap air matanya dan tetap senyum ke arah kamera.


Hassan yang mengunggah video ini merasa sangat miris. Ia menulis keterangan, "Sungguh menyakitkan ketika orang kaya mengolok-olok air mata orang miskin." Hassan melanjutkan, "Anak ini membakar isi perutnya karena pedasnya cabai agar bisa mendapat sedikit uang. Betapa tercela orang kaya yang mengolok-olok air mata orang miskin dan yatim piatu."


Tidak diketahui pasti di mana peristiwa ini terjadi, namun yang jelas di salah satu negara Timur Tengah. Video Hassan lantas viral di Facebook dan dibanjiri komentar orang-orang yang kesal dengan sang oknum. "Air matanya menggerakkan hatiku, ini sangat tidak manusiawi," kata netizen.



Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel